Cerpen : Hikmah Dibalik Hujan

 

Cerpen : Hikmah Dibalik Hujan

Hm,..ternyata panasnya cuaca masih bisa dikalahkan ama panasnya perasaan dalam dada. Yup, itulah yang kurasakan saat ini. Entah kenapa, kata-kata singkat Mbak Vira bisa membuat aku meriang luar biasa. Rasanya obat parasetamol biasa tak kan bisa menurunkan panasnya suhu tubuhku ini. 

Aneh memang, sudah sangat banyak nasehat yang aku terima, ntah dari sohib, sodara bahkan penjual bakso keliling langgananku. Nasehat yang puanjang kali lebar kali tinggi kali kali berulangkali, tak ada yang nyantol sedikitpun. Jangankan nyantol, nyrempet aja enggan. Wah, bener-bener ndableq ya aku ini (he...baru nyadar). 

Tapi ga tahu kenapa satu kalimat singkat pemateri kajian minggu itu, kaya’ ledakan gas 3 kilo yg kemarin lusa terjadi di tetangga seberang kampungku...duuuoooooooorrrrrrrrr!!!!!. 

Dadaku terasa begitu sesak mendengarnya, jantungku seakan-akan berhentik berdetak, persendianku linu-linu, eh...ga mau kalah tulang-tulangku ikutan terasa remuk redam kaya’ tulang bandeng fresto. Pokoknya saat itu rasanya aku pengen teriak sekenceng-kencengnya, lari sejauh-jauhnya biar segala perasaan tak menentu itu mampu kuhempaskan dariku. 

Pergi...pergi...pergiiii!!!!!. Tapi itu tak mungkin kulakukan. Saat itu hujan dueres banget, aku ga’ bawa payung,  teman-teman dah pada kabur, eh...ini lagi..hp kesayanganku malah drop. Pokoknya lengkap sudah penderitaanku saat itu. Yah,dengan segenap keterpaksaan aku gabung aja ama kajian teman-teman Rohis yang kebetulan diadakan saat itu. 

Agak malu juga sih rasanya, satu atap dengan orang-orang yang hampir semua menutup aurat itu. Soale terasa banget bedanya, aku khan pake tanktop. Halah, ga’ peduli deh..yang penting aku ga’kehujanan n kedinginan, ssst .........jangan bilang-bilang yah, biar dandananku norak kayak gini aku paling sensitif ama yang namanya hujan n cuaca dingin. 

Kena rintik hujan aja aku bisa demam seminggu lamanya. So, mending aku jadi perhatian orang-orang di mushola itu daripada aku sakit. Kalo’ aku sakit, aku ga’ bisa ke kampus, yang artinya aku ga’ bisa ketemu pujaan hatiku. Aku ga’ bisa, ga ketemu dia walau sehari aja...kuangenn gitu rasanya. Dan lagi, kalo’ sampe’ aku absen ke kampus, ntar sainganku bersyukur tujuh puluh tujuh turunan karena bisa godain sang arjunaku. Biar aja deh aku malu, yang penting aku ga kehujanan. Yah, itung-itung berkorban demi cinta dan kesetiaan gitu. Puh..... sok romantis amat sih..

Huh...dongkol  banget rasanya kalo ingat kejadian itu, rasanya aku pengen teriak protes ma Allah, kenapa sing saat itu aku sakit perut sampe’ aku harus nongkrong berkali-kali di kamar mandi sehingga teman-temanku tak ada yang mau pulang bareng aku. He..maklum kalo lagi sakit perut gitu khan, si gas H S baunya minta ampun. Di tambah lagi frekuensi keluarnya tinggi. Huh..kesel banget deh. Tapi aku yakin banget koq, semua orang juga gitu kalo pas sakit perut. Ga peduli dia tukang becak kek, kuli bangunan kek, guru, konglomerat bahkan presiden. He..he..cari dukungan nih ye....

Kenapa juga saat itu hujan dueres banget pas aku tiba di depan mushola tempat kajian mingguan itu? Kenapa juga hp kesayanganku harus tiba ajalnya saat itu?kenapa?kenapa Ya Allah. Apa yang Engkau rencanakan untukku. Huh....kesel...kesel!!! Eh...ternyata aku masih ingat ma Allah ya, syukurlah ga’ salah ngomongnya. Ye, jangan salah..aku muslim loh.

“Allah itu ga’ suka di duakan dik”...itulah kalimat singkat yang terus aja menganggu pikiranku. Kalimat yang terucap dari bibir Mbak Vira, si pemateri kajian minggu itu, bagaikan tank baja yang menindih tubuhku. Entah kenapa? Banyak pertanyaan berkecamuk dalam diriku. Apakah selama ini aku menduakan Allah? Apakah selama ini aku tidak bener-bener menyembahNya? Aku tak sanggup terus dikejar pertanyaan-pertanyaan itu. Diam-diam aku cari tahu nomer hp Mbak Vira. Aku akan cari jawaban dari semua petanyaan-pertanyaan itu.

Siiip, dengan tanya sana sini akhirnya aku dapat nomer hp Mbak Vira. Yah, tentu aja aku ga’ jujur untuk bisa mendapatkan nomer itu. Tengsin lah, aku khan di kampus di kenal sebagai mahasiswa yang ga’ pernah kosong dari pacar. Selalu ada aja yang ngisi hatiku, kalo’ mau serius ngitung...kayaknya dah ada sekitar 30 mantan pacarku yang terdaftar dalam Cowman AS Group (Cowok Mantan Afifa Shahira Group). Gimana girls? Keren khan??? Peipe githu...hah? Peipe? Sapa tuh? Eiiiits...lupa kasih tahu...pas hari ketujuh kelahiranku alias pas akikah aku di kasih nama Afifa Shahira sama ortuku. Nah, pas umur tujuh tahun nama panggilanku diganti dari Afi menjadi Fifa. Next, pas umur tujuh belas tahun berubah lagi dari Fifa menjadi Peipe...keren plus cute khan??? He..he..bilang aja iya, biar selesai urusan! Ye, itu namanya maksa kali...gpp lah sekali-kali.

Selama hampir 3 tahun, aku berjuang keras mencari jawaban dari segala kegundahan hatiku. Selama itu pula onak dan duri kurasakan datang silih berganti. Aku tak peduli. Begitu inginnya aku tidak menduakan Allah, sampai-sampai apapun kulakukan untuk bisa mewujudkan kenginanku. Termasuk melepas “profesi” andalanku sebagai sang penakluk asmara para arjuna.. Suer!

Awal-awal sumpah deh berat banget kawatir and nggak percaya, masa iya sih gue gitu ….harus berubah menjadi muslimah sejati kayak gitu. Tapi aku ingat dengan tujuan dalam diriku kalo aku nggak ingin menduakan Allah , hanya ini caranya. Akhirnya segala kecamuk dalam hatiku yang terus mengganggu lubuk hatiku kubuang jauh-jauh. Mungkin juga itu kemantapan hati dari jawaban istiqarahku . aku nggak mau tanggung-tanggung kalo aku mau berubah ya berubah ja, lagian berubah yang lebih baik apa salahnya….hemmmm.

Akhirnya  dengan membaca basmalah, kuputus semua pacarku yang saat kejadian itu berlangsung aku masih ngrentengi 5 coker  (cowok keren) bukan ceker loh..Subhanallah, saat itu tidak ada rasa berat sedikitpun dalam jiwaku. Padahal untuk mendapatkan dan mempertahankan mereka aku butuh pengorbanan yang luar biasa. Ga hanya korban waktu, uang, tenaga tapi juga korban harga diri. Itu salah satu hal yang harus kulakukan untuk tidak menduakan Allah. Karena jujur girls, kalo’ kita punya pacarmeskipun cuma satu n bilang kalo’ bisa 3J ( jarang ketemu, jaga jarak, jaga pandangan), tapi ngaku aja deh...kalo’ kita pasti selalu sediakan waktu untuk si doi.Ntah untuk sms, telp, mbayangin wajahnya, nginget-inget suaranya,bikin puisi tentang dia atau bahkan nyanyi khusus untuknya.So, ga bisa diterima 1% pun kalo’ di bilang, ga pa pa punya pacar kalo’ bisa 3J. Gombal!

Kedua, agak serius ya…dengan segenap kerelaan aku harus menanggalkan segala busana penggumbar aurat yang selama ini seringkali menjadi senjata ampuhku untuk menaklukkan hati cowok yang menjadi sasaranku. Dengan body yang aduhai, lumayan seksi meski ga’ seseksi  lopez paling tidak mendekati si Julia Perez lah, khan sama-sama namanya di awali huruf L n diakhiri huruf  Z. Aku bisa dengan mudah merebut cinta mereka.  Dengan membaca bismillah, kuganti tanktop jahiliyahku dengan pakaian kebesaranku sebagai seorang muslimah. Jilbab,ya...jilbab namanya. Seperti yang Allah perintahkan dalam QS. Al Ahzab ayat 59 (“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”). Dalam kamus Al Muhith dijelaskan bahwa jilbab itu seperti sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong) yaitu baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang bisa menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung. Kalo dalam kamus Ash Shihah, al Jawhari menyatakan bahwa jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut mula’ah (baju kurung).

Tapi itu masih kurang, Allah memerintahkan juga untuk menggunakan kerudung penutup kepala nyampek dada. Dalilnya adalah QS. An Nuur ayat 31 (“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya...”. Jadi, beda antara jilbab dengan kerudung. Ga percaya? Buktikan aja sendiri dengan membuka ayat-ayat itu. 


Selama ini seringkali kita menyalahkan kaum adam kalo’ terjadi kasus pemerkosaan, padahal bisa jadi kaum kitalah( kaum  hawa), yang menjadi salah satu penyebabnya. Ingat girls, dengan kita membuka aurat kita, berarti kita memberi peluang pada mereka (kaum adam) untuk membuat muncul naluri nau’ mereka. Apa itu naluri nau’?Naluri nau’ adalah salah satu naluri pada diri manusia yang penampakannya adalah suka pada lawan jenis, sayang pada ortu, sodara dll. Nah, naluri ini ga’ akan muncul kalo’ ga’ada rangsangan dari luar. So girls, jangan mau dong jadi cewek perangsang...hii,...ngomongnya aja ga’ nyaman banget.

Ketiga, untuk nggak menyekutukan Allah aku harus pastikan apa-apa yang masuk dalam benakku itu benar-benar dari Islam semata. Kalaupun ada yang di luar itu, kupelajari untuk bisa jelaskan kesalahannya kemudian diganti dengan yang benar yaitu from Islam. Seringkali kita masih mempertahankan keyakinan yang salah tentang sesuatu, karena kita tidak berusaha untuk memperbaikinya. Ingat sob, Allah tidak akan merubah nasib kita kalo’ kita tidak berusaha tuk merubahnya. Lihat (QS. Ar Ra’d ayat 11, ”....Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri....” ). Nasehat, masukan, saran atau apapun yang diberikan orang lain nggak akan ada artinya kalo’ kita sendiri ga’ punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. 

 Guys jangan sampai kita masuk golongan yang di laknat Allah seperti yang tertulis dalam Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 179. Disana Allah menyamakan manusia dengan binatang ternak, bahkan lebih sesat kalo’ kita nggak mau menggunakan hati kita untuk memahami ayat-ayat Allah,  penglihatan kita untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, pendengaran kita untuk mendengar ayat-ayat Allah. Nauzdubillahiminzdalik. Semoga kita nggak termasuk golongan itu.guys… Amiin!

Masih banyak yang harus kita lakukan untuk tidak menduakan Allah, apa yang ada di atas itu belum seberapa. Pesanku, jangan pernah berhenti belajar. Karena hanya dengan belajar kita bisa meraih ilmu. Ilmu akan jadi penerang hidup kita. Ilmu akan membawa kita –kita pada kemuliaan, dengan ilmu kita bisa beribadah dan melakukan buannnyak hal. Dan, dengan ilmu juga kita bisa pahami Islam untuk menuju keridhoan dan kasih sayang-Nya.

Akhirnya, aku bisa menangkap hikmah di balik semua kejadian yang kuanggap begitu  buruk bagiku. Ternyata hujan saat itu, menjadi hujan yang sangat berkesan bagiku. Coz  ternyata hujan itu jadi perantara aku dapatin petunjuk untuk meniti jalan menuju Tuhanku Allah Rabbul  Izzati. Terima kasih Ya Allah atas segala kasih sayang-Mu, Engkau masih memberiku kesempatan untuk bertaubat kembali ke jalanMu. Ampuni segala dosaku yang selalu membantah perintahMu, meski kusadar aku adalah milik-Mu. Ampuni aku yang seringkali menyalahkan-Mu atas keburukan dalam pandangangku yang menimpa padaku. Kuingin Engkau mencintaiku, maka kutinggalkan semua kecintaanku pada duniaku. Ku tak ingin menduakan cintaku pada-Mu, karna kutahu ku takkan sanggup jauh dari cintaMu. Bimbing aku tuk selalu mencintai-Mu Ya Allah dengan segenap jiwaku. Begitu damai terasa saat Engkau satu-satunya yang bertahta dalam jiwaku. Izinkanku tuk selalu menjaganya sampai saat kelak kukembali padaMu. Amiin..


Posting Komentar