Header Ads

SAFARI IMAM BESAR MASJID AL-AQSHA KE MEDAN







Syeikh Yousef Abdelwahab mahmoud Abu Sneineh didampingi Plt Gubernur Sumatera utara saat memberikan tausiyah di masjid Agung medan dalam safari Isra’ Mikraj  1437 H
Rakyat Palestina Butuh Doa dan Dukungan
Rakyat palestina butuh doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat masyarakat berada di Sumatera Utara untuk kemerdekaan warga Palestina. Hal tersebut disampaikan Syeikh yousef Abdelwahab Mahmoud Abu Sneineh selakuImam besar Masjid Al Aqsha Palestina saat melakukan safari isra Mi’raj ke masjid Agung Medan, Rabu (16/3).
Syeikh Yousef juga mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin-pemimpin Islam yang terus berjuang untuk memerdekakan Palestina hingga masa sekarang. Seperti pada penyelenggaran konfrensi OKI untuk mendukung palestina.
“Ini merupakan suatu sikap yang sangat luar biasa, semoga Allah memberikan ganjaran yang luar biasa kepada para pemimpin-pemimpin umat Islam,” ucap Syeikh yang didampingi penerjemah.
Selanjutnnya, Syeikh mengajak para jamaah untuk bersyukur karena mendapat nikmat berupa rasa aman dan kesejahteraan, tidak seperti warga Palestina yang hidup dalam rasa ketakutan.
“Kalian bersyukur karena diberikan pemimpin yang baik sehingga bisa tercipta rasa aman, tenteram dan sejahtera. Tidak ada kenikmatan yang luar biasa dirasakan seperti orang-orang yang hidup di masjidil haram, masjid Nabawi dan masjid Agung yang berada di Medan ini,” ujar Syeikh.
Syeikh menceritakan kondisi di Indonesia yang begitu mudah untuk pergi dan masuk ke masjid, tetapi bagi warga Palestina, khususnya di Masjidil Aqsha betapa sangat susahnya mereka untuk pergi ke masjid, tetapi begitupun mereka baik laki-laki ataupun perempuan senantiasa bersemangat untuk menghafal Quran di Masjidil Aqsha hingga mendapat gelar syuhada penghafal quran.
Syeikh juga menceritakan kondisi perempuan di Palestina yang menanggung beban yang sangat berat, karena banyak diantara mereka yang melihat keluarganya baik suami dan anak anaknya wafat langsung di hadapan mereka.
“Tahukah kalian yang dinamakan perempuan Palestina Itu? Dikenal dengan ibu para syuhada. Sebab sebagian ibu-di Palestina, anak-anaknya satu, dua dan tiga mati syahid, suami dan saudaranya juga wafat,” ucap syeikh di hadapan ribuan jamaah yang hadir.
Begitu juga dengan perempuan-perempuan Muslim di gaza, juga banyak yang mati syahid, sebahagian ibu-ibu disana dihancurkan rumahnya di depan matanya oleh orang-orang Yahudi, suaminya dibunuh dan anak-anaknya juga wafat.
Meskipun begitu, menurut Syeikh Yousef, saat ini kondisi masyrakat Palestina sudah lebih kuat dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Baik kekuatan fisik maupun kekuatan ilmu pengetahuan.
“Allah sudah memberikan kekuatan fisik dan ilmu pengetahuan kepada mereka. Hari ini anak-anak palestina juga terus belajar, karena dengan ilmu pengetahuan negeri akan bisa bebas dari kezaliman dan kebodohan. Orang-orang palestina hari ini mengatakan, ajari anak-anakmu dan janganlah kamu mengharap materi dan sesungguhnya mewariskan ilmu pengetahuan adalah warisan yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Syeikh berpesan kepada para pemuda agar pemuda beriman kepada Allah dan harus kuat secara fisik, ilmu pengetahuan dan secara pemikiran.
Sementara itu, Tengku Erry Nuradi atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi  kepada PLN yang telah menghadirkan Imam masjid Al Aqsha pada program safari Isra mi’raj. Kehadiran beliau dianggap strategis karena Al Aqsha merupakan salah satu sejarah dan peradaban umat islam dan juga untuk melestarikan perdamaian untuk mencapai peradaban yang madani seperti yang dicita-citakan umat Islam.
Selain itu, Erry juga berterima kasih terhadap Syeikh karena telah menyempatkan kunjungannya ke Sumatera Utara setelah sebelumnya bersama dengan wakil presiden republik Indonesia. Semoga dengan kehadiran Syeikh, dapat menceritakan langsung kondisi di Palestina sehingga dapat diketahui oleh masyarakat Sumatera.
Erry takjub atas antusias masyrakat Medan di Masjid Agung untuk mendengarkan tausiyah Syeikh Yousef. “Kehadiran kita membuktikan komitmen kuat dari masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota medan dalam rangka mendukung warga Palestina. Selain itu juga untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah sebagai wujud cinta kepada yang maha Kuasa,” ujarnya.
Dengan Komitmen tersebut, Erry optimis masyarakat Sumatera Utara dapat menjadi masyarakat yang madani, modern dan tetap pada identitas pada jati diri bangsanya.
“Sebab jati diri yang tetap dibentengi oleh sentuhan-sentuhan iman dan tetap menjunjung kebesaran dari Allah, maka kita tidak akan mudah takut terhadap suatu permasalahan global yang sedang melanda saat ini,” tutupnya.

Tidak ada komentar